Hari demi hari berganti,
Bulan demi bulan berlalu, dan
Tahun demi tahun terlewati.
Apa revolusimu di
tahun ini? Mau jadi apa lu di tahun ini? Ngga
buat rencana baik di tahun ini ngga asik bro!
Itulah sederet pertanyaan yang dilontarkan. Dengan senyum ku balas santai.
Itulah sederet pertanyaan yang dilontarkan. Dengan senyum ku balas santai.
Sebenarnya menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah keinginan setiap
manusia. Dan revolusi yang dilakukan tidak cukup setahun sekali, tapi
seharusnya setiap hari. Namun, dalam keinginan tersebut kadang terselip sifat
yang justru menjerumuskan manusia. Sifat yang dimaksud ialah merasa paling
benar dan merasa sudah baik.
Setiap orang boleh saja berpendapat
mengenai dirinya masing-masing. Monggo..
ngga ada yang ngelarang, toh negara
kita juga penganut demokarasi siapapun bebas mengutarakan pendapatnya.
Tapi kawan,
Saat diri merasa paling benar, nasihat
yang kadang diberikan oleh seorang kawan lainnya akan sulit untuk diterima karena diri
selalu mempunyai pembenaran yang belum tentu benar. Jangan sampai label sombong
dan angkuh terarah pada diri kita.
Sama halnya jika diri merasa paling
baik. Jika itu terjadi, keinginan untuk mencari pengetahuan dan ilmu yang lebih
pun sekiranya enggan untuk dilakukan. Akhirnya hanya berputar-putar dengan
pengetahuan pembenaran diri semata.
Na’udzubillahi mindzalik...
Oleh karena itu, buatlah keinginan
maupun harapan yang tulus dari hati untuk benar-benar berubah menjadi lebih baik
hanya karena-Nya. Bukan karena ingin dipuji orang, apalagi gebetan. Tenang bro, sist, jodoh mah udah ada yang ngatur. Jika
kita sudah percaya pada-Nya, lantas kenapa kita ragu dengan janji-Nya?
“Berubah itu kan butuh waktu dan proses. Ngga bisa langsung”
Bener kok. Ngga ada yang instan kawan,
semua butuh waktu. Tapi kalau kita cuma duduk diam aja, jangan harap perubahan
itu cepat datang menghampiri. Pernah dengar arti ayat ini?
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum,
sampai kaum itu merubah dirinya sendiri.”
Jadi, cobain deh rasanya bener-bener berubah
karena Allah dengan ketulusan hati. Rasanya akan beda, hidup akan lebih tenang
dan damai karena hanya berharap pada ridha-Nya semata.
Wallahu a’alam...

0 Komentar