Yuk, Berubah!

Detik demi detik berjalan,
Hari demi hari berganti,
Bulan demi bulan berlalu, dan
Tahun demi tahun terlewati.

Apa revolusimu di tahun ini? Mau jadi apa lu di tahun ini? Ngga buat rencana baik di tahun ini ngga asik bro! 

Itulah sederet pertanyaan yang dilontarkan. Dengan senyum ku balas santai.

Sebenarnya menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah keinginan setiap manusia. Dan revolusi yang dilakukan tidak cukup setahun sekali, tapi seharusnya setiap hari. Namun, dalam keinginan tersebut kadang terselip sifat yang justru menjerumuskan manusia. Sifat yang dimaksud ialah merasa paling benar dan merasa sudah baik.

Setiap orang boleh saja berpendapat mengenai dirinya masing-masing. Monggo.. ngga ada yang ngelarang, toh negara kita juga penganut demokarasi siapapun bebas mengutarakan pendapatnya.

Tapi kawan,
Saat diri merasa paling benar, nasihat yang kadang diberikan oleh seorang kawan lainnya akan sulit untuk diterima karena diri selalu mempunyai pembenaran yang belum tentu benar. Jangan sampai label sombong dan angkuh terarah pada diri kita.

Sama halnya jika diri merasa paling baik. Jika itu terjadi, keinginan untuk mencari pengetahuan dan ilmu yang lebih pun sekiranya enggan untuk dilakukan. Akhirnya hanya berputar-putar dengan pengetahuan pembenaran diri semata.
Na’udzubillahi mindzalik...

Oleh karena itu, buatlah keinginan maupun harapan yang tulus dari hati untuk benar-benar berubah menjadi lebih baik hanya karena-Nya. Bukan karena ingin dipuji orang, apalagi gebetan. Tenang bro, sist, jodoh mah udah ada yang ngatur. Jika kita sudah percaya pada-Nya, lantas kenapa kita ragu dengan janji-Nya?  

“Berubah itu kan butuh waktu dan proses. Ngga bisa langsung”

Bener kok. Ngga ada yang instan kawan, semua butuh waktu. Tapi kalau kita cuma duduk diam aja, jangan harap perubahan itu cepat datang menghampiri. Pernah dengar arti ayat ini?
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sampai kaum itu merubah dirinya sendiri.”

Jadi, cobain deh rasanya bener-bener berubah karena Allah dengan ketulusan hati. Rasanya akan beda, hidup akan lebih tenang dan damai karena hanya berharap pada ridha-Nya semata.
Wallahu a’alam...





Posting Komentar

0 Komentar