Kemarin di hari
Sabtu dan Minggu, saya mengikuti salah satu kegiatan kampus yang bernuansa
keagamaan dengan tema “Menjaga keimanan dalam hubungan manusia kepada
Sang Maha Pencipta”. Sudah tau kan acara tersebut akan membahas apa? Yaps,
Iman.
Lalu, akan timbul
pertanyaan, "kenapa
sih kita harus membahas iman? Kenapa ngga bahas jodoh aja gitu, kan lebih ke
anak muda banget".
Awalnya saya juga
berpikir hal serupa dengan kamu.. iya kamu.. hehe. Siapa sih yang ngga senang
ketika ada pembahasan mengenai jodoh, menjalin ta’aruf yang benar, dan menjadi
pribadi yang pantas untuknya (pasangan kita nantinya). Tapi sobat, tahukah
kamu? Pembahasan seperti itu juga harus disertakan oleh iman.
Menurut Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, dan
segenap ulama ahli hadits serta ahlul Madinah (ulama Madinah), mendefinisikan iman ialah pembenaran dengan
hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.
Sebagai hamba Allah,
kita harus paham fungsi Iman itu sendiri. Termasuk memahami Iman kepada Allah,
Iman kepada malaikat, Iman kepada kitab Allah, Iman kepada rasul, Iman kepada hari
akhir, dan Iman kepada qada dan qadar. Iman tersebut harus kita lakukan dengan
semestinya.
"Terus hubunganya apa
sama pembahasan di atas?" Ibarat bangunan,
iman merupakan bagian paling dasar dari sebuah bangunan tersebut. Jika bagian
dasarnya itu goyah, maka bagian tengah, samping, dan atas juga akan goyah
bahkan runtuh.
Nyambung dengan
pembahasan di atas. Kalo iman udah mantep maka urusan jodoh, pernikahan, dll. akan
kokoh dengan sendirinya karena semua dilakukan berdasarkan keimanan. Perlu
diingat juga oleh kita semua, jangan sampai kita sibuk belajar memantaskan diri
untuknya, tetapi lupa bagaimana memantaskan diri kepada-Nya.

0 Komentar