Tahun 1999 di hari Jumat
Jakarta,1999. Lahirlah
seorang anak perempuan dari keluarga yang harmonis dan sederhana. Tak ada yang
diinginkan oleh kedua orang tua itu, kecuali mendengar tangisan merdu dari
manusia mungil yang baru lahir itu.
Tangisan itu mampu menggemakan
telinga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan tangisan itu juga mampu menyentuh
perasaan bagi siapapun yang mendengarnya. Tak sekedar menyentuh perasaan,
tetapi juga membawa harapan.
Belasan tahun menunggu, akhirnya,
pada hari Jumat di bulan Januari itu terbalaslah penantian yang selama ini
membuat harap dan cemas.
Akhirnya perempuan itu tumbuh menjadi
gadis yang aktif dan banyak bertanya. Pada masa sekolahnya, ia sering sekali
diledek oleh teman-temannya karena sering sekali bertanya di kelas yang membuat
jam pembelajaran mengulur.
Tata. Begitulah panggilan gadis
itu waktu masa SMA yang mempunyai kepanjangan “Tukang Tanya”. Ia ngga keberatan kalau teman-temannya menyapa
dengan panggilan yang seperti itu, baginya bertanya adalah suatu hal yang wajar,
yang ngga wajar ialah ketika ngga paham malah ngga nanya.
Gadis itu orangnya senang bertemu
dengan orang lain, tapi hati-hati aja kalau jalan bareng dengannya di kampus.
Sekali ketemu orang bisa langsung ngobrol sekitar 5 – 10 menit bahkan lebih.
Tak jarang banyak teman-temannya yang langsung jalan duluan tanpa menunggunya. Ehehehe...
Jadi, sekarang kalian sudah
mengenalnya kan?

0 Komentar