Ada niatan untuk membuat Blog
muncul sejak beberapa bulan yang lalu, tapi baru bisa terealisasikan di bulan
Januari tahun ini.
Lalu timbullah pertanyaan,
“Kenapa memilih membuat Blog, kan banyak alternatif media lain yang dapat dijadikan
tempat berkarya? Eksistensi Blog saat ini juga sudah mulai memudar.”
Saya sempat bepikir begitu karena
ngga bisa kita pungkiri banyak aplikasi yang menawarkan kemudahan berkarya,
salah satunya menulis. Seperti menulis caption di Instragram, menulis opini di
Facebook, saling adu argumen di Twitter, dsb.
Selain itu yang tak kalah
popularnya yakni membuat konten video di Youtube. Dari yang bukan siapa-siapa
hingga pejabat negara pun mulai menggandrungi media yang satu ini. Bukan masalah
tenar ngga tenarnya, tapi mau ngga mau kita harus mengikuti perkembangan zaman.
Loh, kalo begitu bertentangan
dong dengan Blog yang pada masa ini sudah mulai ditinggalkan peminatnya?
Kalo ada pertanyaan semacam itu
maka saya akan bertanya kembali, “Sumbernya dari mana kalo Blog memang
benar-benar sepi peminat?” saya rasa Blog mempunyai tempat tersendiri bagi
mereka yang sudah memulainya, apalagi yang sudah merasakan hasil jerih payah
menulis di Blog.
Alasan saya memilih membuat Blog
karena saya ingin menulis. Sesimple itu niat saya membuat Blog ini. Walaupun
saya tau jika media ini ditekuni maka pundi-pundi hadiah pun dengan mudahnya
didapatkan. Tapi ini bukan soal itu.
Ada kesan lain yang ingin saya sampaikan.
Menulis bukanlah soal bagus atau ngga bagus tulisannya, nyambung atau ngga
nyambung alur tulisannya, bukan soal itu. Menulis adalah rasa. Apa yang kita
lihat dan kita dengar maka itulah yang kita tulis.
Saya mendapat pesan dari
seseorang yang masih saya ingat sampai sekarang, kurang lebih seperti ini bunyinya:
“Di zaman yang canggih seperti
sekarang ini, saya rasa rugi kalau kita masuk neraka. Rugi kalau kita ngga
berbuat kebermanfaatan bagi orang banyak. Khususnya di media yang sekarang kita
punya. Gunakan media tersebut untuk mengajak pada kebaikan, berbagi kebaikan.
Kita ngga akan pernah tau tulisan yang kita buat nanti akan seperti apa. Bisa
jadi, tulisan yang selama ini kita buat dibaca oleh orang lain, lalu orang lain
tersebut menerapkan dan dia menjadi orang yang lebih baik lagi. Kalau sudah
begitu, siapa yang merasakan kebermanfaatannya. Itung-itung kita beramal
jariyah.”
Beliau pun yang selalu
mengingatkan saya dan rekan-rekan yang lain untuk membuat Blog dan menulis
sepuasnya di sana. Menulis apapun yang terlintas dipikiran.
Begitulah kata-kata yang
menyadarkan saya untuk bangkit mewujudkan keinginan yang sejak lama
ditahan-tahan yaitu membuat Blog. Ternyata memang benar, dukungan dari
orang-orang terdekat mempunyai dampak yang begitu besar terhadap perkembangan
seseorang.
Jadi, yuk mulai menebar kebermanfaatan
dari sekarang, salah satunya dengan menulis lewat media sosial.

0 Komentar