Komunitas Jurnalis Berhijab Memperingati World Hijab Day 2019




Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) adalah perkumpulan jurnalis wanita berhijab dari berbagai kalangan media. Acara mereka kali ini mengusung tema “The Power of Muslimah” sekaligus sebagai ajang memperingati Hari Hijab Sedunia yang ke-6 sejak dicetuskan tahun 2013, Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/02).

Acara ini sifatnya talk show dengan menghadirkan narasumber muslimah yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya, baik dibidang bisnis maupun kegiatan sosial. Mereka adalah Mufidah Kalla istri wakil presiden Jusuf Kalla, Fleuri Paramita Aprianti, Dewi Masitoh, Trifty Qurrota Aini, dan Nikmatus Sholikah.

Namun, karena ada satu dan lain hal Istri wakil presiden Mufidah Kalla tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Sebagai gantinya, ia mengirimkan video yang isinya mensupport acara yang tengah berlangsung itu.

Pukul 09.15 acara dimulai dan  sambutan oleh Nikmatus Sholikah president Komunitas Jurnalis Berhijab. Dalam pembukaannya tersebut ia menjelaskan bahwa acara ini diadakan sebagai ajang bersilaturahim sesama para muslimah, dan agar semakin istiqomah dalam mengenakan hijab.

Setelah pembukaan masuklah sesi talk show bersama Fleuri dan Dewi yang dimoderatori oleh Nikmatus.

Fleuri Paramita Aprianti CEO dari perusahaan ternama yakni FLUERE. Kiprahnya dalam berbisnis sudah melalang-buana ke berbagai belahan dunia. Tapi siapa sangka, di masa kecilnya ia hanyalah gadis kecil yang kesulitan untuk mendapatkan uang jajan. Dari kesulitan tersebut ia mulai membantu ibunya bekerja di apotek.

Ia juga berjualan kue, aksesoris, kerajinan tangan, permainan counter strike, kerja di perusahaan transportasi, membuka peluang dengan membangun rumah makan Ayam Penyet di Malaysia, dan masih banyak lagi pengalamannya bekerja. Dari pengalamannya tersebut ia mencoba untuk berbisnis yang lebih besar sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.

Semua usahanya dilalui dengan keringat dan kerja keras. Mulai dari mengatur karyawan dengan berbeda-beda latar belakang dan pemikiran, mengganti rugi, kerugian yang salah dari SDA. “Tapi Bagaimana pun saya tidak bisa menyalahkan mereka. Yaudahlah saya serahkan semua kepada Allah Yang Maha Kuasa dan nangis sepuasnya,” ujarnya.

Motivasi yang membuatnya bertahan hingga sekarang adalah, “Saya melihat awalnya pekerja saya yang datang dengan jalan kaki, kini datang dengan sepeda ontel, sepeda motor, dan keluarga mereka sehat-sehat. Itulah yang memotivasi saya untuk terus bangkit dan bertahan hingga sekarang,” tambahnya.

Narasumber selanjutnya mempunyai pengalaman yang cukup unik, dari awal perkuliahan Dewi Masitoh memang mempunyai hobi melukis dan mendesain baju. Ia juga bilang secara terang-terangan bahwa dirinya kurang dalam hal akademis tetapi bagus di non-akademiknya.

Dewi adalah pemilik dari Dewihenna. Dengan menjadi “tukang” henna ia telah berjalan-jalan ke luar negeri yang terakhir Eropa.

Awal perjalanannya memang tidak mulus karena pekerjaan saat ini ditentang oleh kedua orang tuanya, namun dengan kesungguhan yang dilakukan oleh lulusan S1 UNJ ini hati kedua orang tuanya pun lunak. “Motivasi saya, ingin membahagiakan orang tua saya dan juga membuktikan kalau saya bisa dengan hobi yang saya tekuni ini.” tutupnya.

Terakhir acara ini ditutup oleh Trifty Ambassador World Hijab Day 2019. Ia menjelaskan tentang hijab yang ada di luar negeri saat ini, lalu bagaimana cara mereka merayakan Hari Hijab Sedunia. Ditayangkanlah kegiatan yang dilakukan oleh muslimah di luar negeri tepatnya di Inggris saat perayaan World Hijab Day 2019.

Persayaan yang dilakukan bermacam-macam, ada yang menawarkan memakaikan hijab kepada wanita non-muslim. Ada juga yang membawa spanduk yang bertuliskan World Hijab Day maupun kata-kata kebanggaan sebagai seorang muslim.

Ia juga menyampaikan bahwa World Hijab Day 2019 ada untuk menyatukan para muslimah dunia agar tetap terjaga silaturahimnya dan tetap menjaga keistiqomahannya dalam berhijab.

Posting Komentar

0 Komentar