Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB)
adalah perkumpulan jurnalis wanita berhijab dari berbagai kalangan media. Acara
mereka kali ini mengusung tema “The Power of Muslimah” sekaligus sebagai ajang
memperingati Hari Hijab Sedunia yang ke-6 sejak dicetuskan tahun 2013, Masjid
Cut Meutia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/02).
Acara ini sifatnya talk show
dengan menghadirkan narasumber muslimah yang sudah tidak diragukan lagi
kiprahnya, baik dibidang bisnis maupun kegiatan sosial. Mereka adalah Mufidah
Kalla istri wakil presiden Jusuf Kalla, Fleuri Paramita Aprianti, Dewi Masitoh,
Trifty Qurrota Aini, dan Nikmatus Sholikah.
Namun, karena ada satu dan lain
hal Istri wakil presiden Mufidah Kalla tidak bisa hadir dalam acara tersebut.
Sebagai gantinya, ia mengirimkan video yang isinya mensupport acara yang tengah
berlangsung itu.
Pukul 09.15 acara dimulai dan sambutan oleh Nikmatus Sholikah president Komunitas
Jurnalis Berhijab. Dalam pembukaannya tersebut ia menjelaskan bahwa acara ini
diadakan sebagai ajang bersilaturahim sesama para muslimah, dan agar semakin
istiqomah dalam mengenakan hijab.
Setelah pembukaan masuklah sesi
talk show bersama Fleuri dan Dewi yang dimoderatori oleh Nikmatus.
Fleuri
Paramita Aprianti CEO dari perusahaan ternama yakni FLUERE. Kiprahnya dalam
berbisnis sudah melalang-buana ke berbagai belahan dunia. Tapi siapa sangka, di
masa kecilnya ia hanyalah gadis kecil yang kesulitan untuk mendapatkan uang
jajan. Dari kesulitan tersebut ia mulai membantu ibunya bekerja di apotek.
Ia
juga berjualan kue, aksesoris, kerajinan tangan, permainan counter strike,
kerja di perusahaan transportasi, membuka peluang dengan membangun rumah makan
Ayam Penyet di Malaysia, dan masih banyak lagi pengalamannya bekerja. Dari
pengalamannya tersebut ia mencoba untuk berbisnis yang lebih besar sehingga
dapat membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.
Semua
usahanya dilalui dengan keringat dan kerja keras. Mulai dari mengatur karyawan
dengan berbeda-beda latar belakang dan pemikiran, mengganti rugi, kerugian yang
salah dari SDA. “Tapi Bagaimana pun saya tidak bisa menyalahkan mereka.
Yaudahlah saya serahkan semua kepada Allah Yang Maha Kuasa dan nangis
sepuasnya,” ujarnya.
Motivasi
yang membuatnya bertahan hingga sekarang adalah, “Saya melihat awalnya pekerja
saya yang datang dengan jalan kaki, kini datang dengan sepeda ontel, sepeda
motor, dan keluarga mereka sehat-sehat. Itulah yang memotivasi saya untuk terus
bangkit dan bertahan hingga sekarang,” tambahnya.
Narasumber
selanjutnya mempunyai pengalaman yang cukup unik, dari awal perkuliahan Dewi
Masitoh memang mempunyai hobi melukis dan mendesain baju. Ia juga bilang secara
terang-terangan bahwa dirinya kurang dalam hal akademis tetapi bagus di
non-akademiknya.
Dewi
adalah pemilik dari Dewihenna. Dengan menjadi “tukang” henna ia telah
berjalan-jalan ke luar negeri yang terakhir Eropa.
Awal
perjalanannya memang tidak mulus karena pekerjaan saat ini ditentang oleh kedua
orang tuanya, namun dengan kesungguhan yang dilakukan oleh lulusan S1 UNJ ini
hati kedua orang tuanya pun lunak. “Motivasi saya, ingin membahagiakan orang
tua saya dan juga membuktikan kalau saya bisa dengan hobi yang saya tekuni
ini.” tutupnya.
Terakhir acara ini ditutup oleh Trifty
Ambassador World Hijab Day 2019. Ia menjelaskan tentang hijab yang ada di luar
negeri saat ini, lalu bagaimana cara mereka merayakan Hari Hijab Sedunia.
Ditayangkanlah kegiatan yang dilakukan oleh muslimah di luar negeri tepatnya di
Inggris saat perayaan World Hijab Day 2019.
Persayaan yang dilakukan bermacam-macam,
ada yang menawarkan memakaikan hijab kepada wanita non-muslim. Ada juga yang
membawa spanduk yang bertuliskan World Hijab Day maupun kata-kata kebanggaan
sebagai seorang muslim.
Ia juga menyampaikan bahwa World
Hijab Day 2019 ada untuk menyatukan para muslimah dunia agar tetap terjaga
silaturahimnya dan tetap menjaga keistiqomahannya dalam berhijab.


0 Komentar