Bacalah Sampai Selesai, Nur!

Bagaimana kabarmu Nur? Baik-baik sajakah kau di sana?

Semenjak hari itu, tak pernah lagi aku melihatmu walau hanya sekilas pun, aku tak mampu. Kau begitu jauh sehingga sulit sekali kugapai. Rindu ini senantiasa tertanam dengan baik Nur, jika kau membaca tulisan ini hubungilah aku dan ambilah uang gopemu!



Uang logam yang berwarna kuning dengan angka bertuliskan 500 rupiah itu menjadi benda kenangan darimu kepadaku. Kau begitu baik rela memberikan uang gopemu, untukku jajan menuruti kepuasan nafsuku yang tak tertahankan.

Aku masih ingat Nur, saat teman-teman perempuan di kelas tidak lagi mau bermain denganku, hanya kau seoranglah yang mau menemaniku bahkan kau rela dimusuhin teman-teman lainnya demi duduk sebangku denganku.

Namun, hari-hariku denganmu tidak sepanjang yang kubayangkan. Padahal, aku bermimpi untuk terus bersama denganmu sampai kita dewasa nanti.

Hari itu tiba, Ibumu datang ke sekolah dan memanggilmu pulang. Entah apa yang terjadi saat itu, aku tak mengerti Nur, sungguh aku bingung. Aku mengira kau hanya pulang biasa saja dan esok kan kembali duduk disampingku.

Berhari-hari aku menunggu bahkan uang gopemu itu selalu ada dalam genggamanku setiap hari untuk mengembalikannya padamu. Tapi apalah dayaku Nur, lagi-lagi aku hanya bisa menunggumu tanpa insiatif untuk segera mencarimu.

Akhirnya, penantianku itu pupus setelah bu guru bilang kau sudah pindah sekolah. Uang gope itu masih ada di genggamanku Nur, dan aku kepal erat-erat uang logam itu. Sambil menyesal, tak terasa air mata menetes dan aku tersegukkan. Tak ada yang peduli dengan tangisanku saat itu Nur, semua hanya memasang wajah memelas tapi tak bereaksi apapun.   

Setelah kabar tersebut benar adanya, pulang sekolah aku menuju rumahmu dan menanyakan ke tetanggamu. Ternyata benar, kau sudah pindah.

Tapi kenapa kamu ngga pamit denganku Nur? Kenapa kamu ngga minta dulu uangmu padaku lalu kau pergi? Kenapa kau begitu baik padaku? Kenapa disaat yang lain menjauhiku, kau malah mendekat padaku?



Nur, aku harap kau tetap menjadi dirimu yang kukenal saat duduk dibangku sekolah dasar. Menjadi teman yang baik, mengerti perasaan orang lain, berkasih sayang, dan menjadi teman yang tak pernah menginggalkan temannya dikala kesusahan.

Salam rindu dari teman masa SDmu
Anita Rahim

Posting Komentar

0 Komentar