lingkungan sekitar. Mereka menggaungkan untuk “tidak golput” pada pemilu yang diadakan pada tahun ini. Jika ada yang tidak mau memilih, maka akan dianggap apatis dengan bangsa ini.
Sebenarnya golput itu dilarang ngga sih? Lalu apakah sama antara golput dan apatis?
Dalam realitanya tidak ada UU yang melarang seseorang untuk golput atau tidak memilih karena semua orang punya haknya masing-masing dalam menentukan pilihan.
Mereka yang golput bisa jadi karena kurangnya informasi yang didapat terkait pilpres maupun pilegs. Selain itu, bisa karena para calon pejabat negara yang tidak memiliki program-program maupun gagasan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Apatis tidak sama dengan golput. Bisa jadi dia memang apatis atau tidak peduli dengan para calon legislatif maupun eksekutif, tapi pada akhirnya karena ia merasa bahwa ada kewajibannya untu memilih, maka ia akan memilih. Walaupun, pilihannya dalam tanda kutip “ngasal” atau ngga tau harus pilih yang mana.
Ngomong-ngomong, ngapain sih bahas soal politik?
Gini deh, menurut pandangan saya, pemikiran kita sudah tertanam dengan statement bahwa politik itu kejam, politik itu kotor, politik itu berbahaya. Tapi pernahkah kita mencari tau arti politik itu sendiri, baik dari KBBI maupun pendapat para ahli. Karena jika ini dibiarkan, maka wawasan kita terhadap politik ya segitu-gitu aja, lebih cenderung tak ada perkembangan.
Padahal, kalian adalah calon pemilih pada pemilu nanti. Bagaimana bisa memilih kalau kitanya saja tidak punya cukup wawasan terkait capres dan calegs?
Oke, terkait capres dan cawapres kalianlah jagonya dalam memutuskan pilihan. Tapi bagaimana dengan yang calegs? Sudahkah kalian kenal siapa calegs dapil kalian?
Di situlah seharusnya peran kita sebagai pemuda.
Mencerdaskan yang belum tercerdaskan. Mensosialisasikan yang belum tersosialisasikan. Tapi masalahnya, bagaimana bisa kita mau mecerdaskan dan mensosialisasikan, kalau wawasan terkait politik pun kita tak ada.
Mengenai politik lagi. Sebenarnya kegitan kita sehari-hari tidak jauh dengan berpolitik karena politik juga bisa diartikan sebagai strategi. Contohnya, parkir motor. Apabila jam 8 pagi parkiran sudah penuh, maka yang terbesit dalam pikiran adalah untuk datang ke kampus lebih pagi. Atau bisa dengan mencari tempat parkiran paling bawah yang jarang ada parkiran kendaraannya. Ini strategi bukan?
Golput memang sah aja kok, tapi apa iya masih mau golput? Emang masih zaman?
Kalau memang masih bingung dalam menentukan pilihan, dan pikiran untuk golput tiba-tiba terbesit. Coba deh, kalian list dampak postif dan negatifnya kalo golput.
#MudaCerdasMemilih

0 Komentar