Siapa sih yang ngga kenal sama yang namanya malam mingguan?? Dari anak
kecil sampe orang dewasa pun tau apa itu malam mingguan. Ada yang bilang, malam minggu sebagai surganya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.
Pemahaman seperti itu memang telah membudaya di lingkungan sekitar hingga menjadi pola pikir yang berkepanjangan. Sah-sah saja bila ada yang setuju dengan pemahaman tersebut, tapi bagaimana jika pola pikir tersebut juga tertanam pada anak kecil yang masih belum mengerti mana yang baik dan yang buruk.
Standar baik dan buruk setiap orang juga berbeda-beda -- pandangan Anda dan saya juga berbeda – sehingga belum ada ukuran yang pasti mengenai ini. Tapi pendapat saya pribadi, kalau ukurannya ngga pasti, maka saya kembalikan lagi kepada Tuhan saya, dengan membaca kitabnya yang suci dan saya meyakini itu benar.
Kebetulan saya menganut Agama Islam, dan memang di agama saya melarang mendekati perzinaan yang masuk dalam kategori maksiat. Saya rasa tidak hanya agama saya yang menerapkan peraturan ini, tapi semua agama juga menerapkan hal yang sama.
Berpacaran memang bukan berarti ia berbuat zina, tetapi mendekati perzinaan itu sendiri, yang di mana mendekati zina itu dilarang oleh Allah swt. Jangankan yang berpacaran, yang masih jomblo pun dikategorikan rawan berbuat zina, yaitu zina mata, zina tangan, zina kaki, zina mulut, dan zina hati.
Kembali lagi, namanya manusia pasti tak luput dari kesalahan. Tapi kalau sudah berbuat salah jangan sampai berlanjut hingga berpikir kalau salah ya udah biasa, justru itu adalah kesalahan. Tapi saya tidak akan membahas hal tersebut lebih jauh lagi, saya yakin kalian lebih paham dan lebih luas pengetahuannya mengenai perkara tersebut.
Namun, yang harus diperhatiakan ialah paradigma tersebut yang harus diubah secara perlahan kepada lingkungan sekitar khususnya anak-anak. Biasanya kan disetiap RT atau RW ada karang tarunanya, coba deh dibuat acara malam mingguan yang bermanfaat. Seperti acara ngajar-mengajar, acara diskusi anak muda, atau bisa dengan membuat project bersama.
Sebenarnya tugas untuk membangun mindset dan paradigma masyarajat bukan hanya karang taruna, tapi kita sebagai pemuda. Para generasi muda inilah yang seharusnya memperbaiki. Tak apa pelan-pelan, yang penting terlihat progressnya daripada ngga sama sekali. Ini opiniku, mana opinimu?
#SemangatMuda
#SemangatMembangun
#OpiniAnn

0 Komentar