Hari ini awalnya berjalan seperti biasa berangkat ke kampus menggunakan sepeda motor yang berwarna merah. Tak ada kendala selama di perjalanan. Ku tengok kanan dan kiri terlihat aktivitas di pagi hari yang sibuk dengan dirinya masing-masing.
Ada yang memulai pagi ini dengan berjualan ,pergi ke pasar, mengantar sekolah, dan berangkat kerja, dll. Begitulah setiap pagi dilalui, kebisingan kendaraan pun seakan sudah menjadi santapan tiap pagi.
Sampailah aku di kampus pukul 7.25 dan langsung memarkirkan motor di depan gedung jurusan. Memang telah menjadi kebiasaan menaruh jaket di jok motor, tujuannya agar tidak ribet bawa jaket ke mana-mana. Setelah memastikan semuanya aman, barulah aku beranjak dari tempat parker itu untuk menuju ke tempat fotokopi.
Sudah menjadi hal yang biasa bagiku mencetak tugas di pagi hari sebelum mata kuliah dimulai. Perjalananku dari parkiran ke fotokopi tidak terlalu jauh, waktu yang ditempuh cukup dengan 5 menit saja. Namun, yang membuat lama ialah proses mencetaknya karena harus antre.
Selesai dari sana, waktu sudah menunjukkan pukul 7.38, sedangkan masuk resminya saja jam set 8 pagi. Secara garis besar aku bisa dikatakan terlambat masuk kelas. Tapi kebetulan saat itu dosen datangnya telat sehingga aku tidak masuk kategori terlambat.
Pembelajaran hari ini berjalan dengan semestinya dan selesai pukul 13.30 siang.
Hari ini memang aktivitasku tidak terlalu padat tapi cukup membuat panik. Mulai dari menjadi sekretaris suatu acara besar di jurusan hingga kunci motor hilang.
Menjadi sekretaris adalah hal yang baru bagiku, ini kali pertamanya aku ditempatkan di bagian tulis-menulis dan surat-menyurat di acara jurusan tersebut. Cukup kaget pas aku ditunjuk oleh teman-teman untuk menjadi sekretaris. Keraguan akhirnya mencuat dan semakin tidak percaya diri. Tapi salah satu teman menguatkan untuk tetap bertahan menjalankan amanah baru ini, yaitu Hanna.
Hanna, sudah lama menggeluti bidang kesekretarisan --yang ku tahu-- sejak masuk kuliah semester satu di salah satu himpunan mahasiswa di kampusku. Ia sangatlah ramah dengan siapapun bahkan orang yang baru dikenalnya. Senyumnya yang khas mampu menebarkan keceriaan kepada orang-orang yang berada di dekatnya.
Berbicara mengenai wanita satu ini aku jadi teringat kejadian tadi sore.
Sore itu di dalam sekret himpunan ada aku, Hanna, Aca, dan Dhalul. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 sore. Kami berempat akhirnya bareng menuju tempat parkir. Aku yang saat itu agak panik karena kunci motor tidak ada di tas. Dipikiranku, pasti kuncinya nyangkut di motor dan diamankan oleh pak satpam. Setelah di cek, ternyata kuncinya tidak ada di sana. Barulah aku benar-benar panik saat itu.
Cukup lama mencari di parkiran ternyata tidak ditemukan kunci itu. Akhirnya kami mencari ke sudut aku berjalan tadi pagi; menuju tempat fotokopi. Langit sudah mulai gelap, lampu taman juga sudah menyala; bertanda malam segera tiba.
Selama satu jam mencari ke berbagai sudut, kunci tersebut memang belum ditemukan. Gemetar, panik, cemas, semua campur aduk saat itu. Alhamdulillah, Allah masih mendatangkan orang –orang baik yang mau menemaniku dikala sulit.
Aca, Hanna, dan Dhalul. Makasih ya atas bantuan kalian, mulai dari mencari kunci hingga menunggu ojek online aku datang. Maaf karena sudah membuat kalian pulang agak malam yang seharusnya jam segitu kalian sudah bersantai di rumah.
Terimakasih telah menjadi teman yang mengerti dan peduli satu sama lain. Mungkin akan berbeda kondisinya jika aku menghadapinya seorang diri. Tapi lagi-lagi Allah Maha Baik, menghadirkan kalian disaat kondisi yang tepat.
Sekali lagi, terima kasih yaa.. aku jadi teringat sebuah ayah di kitab suci Alquran surat Ar-Rahman : 60 , yang artinya “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).”
Semoga kita termasuk dalam golongan yang selalu menebar kasih sayang dan kebaikan kepada orang lain. Aamiin.

0 Komentar