Merdeka..
bukan hanya tentang perjuangan, tetapi juga tentang mempertahankan apa yang
telah diperjuangkan.
Hari
kemerdekaan kali ini aku lewati dengan nuansa yang berbeda. Menjadi kepanitiaan
17-an memang kali pertama aku jalani. Sebelumnya, saat masih di Depok,
kesempatan untuk menjadi panitia belum berpihak padaku, walaupun aku mengharapkannya.
Bergabung
dengan panitia Karang Taruna di daerahku menjadi suatu kebanggan tersendiri,
entah, begitu menyenangkan bisa bergabung dan ikut andil dalam acara 17 Agustus
tahun ini.
Ada
banyak perlombaan yang diusung, yaitu lomba lari bendera yang diikuti oleh anak
berusia 3-6 tahun, lomba kelereng usia 7-10 tahun, dan lomba balap karung
menggunakan helm dari usia 11-14 tahun, terakhir ditutup oleh perlombaan untuk
para ibu dan bapak-bapak.
Perlombaan
yang hanya dihabiskan dalam waktu sehari tersebut penuh dengan unsur
kekeluargaan, logat Betawi yang khas menjadi hiburan saat raga ini sudah mulai
terkuras. Tawa dan candaan mereka begitu melekat, ah indahnyaaa.. aku ngga bisa
ungkapin lagi nih dengan sebuah kata-kata hehe..
Selain
unsur kekeluarga yang melekat, pada acara 17 Agustus kali ini aku diamanahkan
menjadi MC mendadak 2 kali. Pertama saat acara Tasykuran Dirgahayu RI ke – 74 dan
keduanya saat acara perlombaan akan dimulai. Mau nolak ngga enak, tapi kalo aku
terima yaa gmna yaa belum pernah jadi MC dadakan sebelumnya wkwk…
Pernah
sih beberapa waktu lalu jadi MC saat acara kuliah umum bareng dengan Aca
temanku. Itu aja kita perlu latihan beberapa kali dulu sehari sebelumnya. Qodarullah,
atas pertolongan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan lancar,
walaupun belum baik.
Ternyata
benar ya, buat ngomong di depan umum tuh butuh energi yang ekstra dan pemikiran
yang cepat. Energy yang ekstra karena saat itu pandangan penonton akan tertuju
pada MC, otomatis si MC ini harus menampilkan energi postif, seperti ceria,
tersenyum, dan mempunyai intonasi suara yang dapat membangitkan semangat.
Pemikiran
yang cepat, lebih bagaimana cara MC dalam menyelesaikan suatu masalah teknis
saat acara berlangsung, misal, tiba-tiba narsum ngga dateng atau pada saat presentasi
proyektornya tiba-tiba ngga kesambung, dll.
Salut
deh sama kalian yang suka atau sering jadi MC. Jujur, itu ngga mudah. (ya kan Ca?
wkwk)
Terima
kasih untuk panitia 17-an di daerahku, begitu banyak kesan yang didapat dalam
acara tersebut. Terima kasih telah memaklumi kekuranganku, semoga ke depannya
aku bisa menjadi lebih baik lagi dan dapat memberi manfaat lebih untuk sesama.


0 Komentar