Izinkan Aku Menulis Tentangmu







Kenapa sih kalian bisa masuk ke kampus ini? Memang bagaimana ceritanya?Oiya, aku ada pertanyaan nih, menurut kalian ganteng itu apa sih? Kalau cantik menurut kalian itu kayak gimana sih?

Yaa... dari pertanyaan aneh itulah kami berkenalan.

Ca, begitulah caraku memanggil Cahaya. Gadis ramah nan baik ini berasal dari tanah sunda, Bogor. Logat sunda yang melekat dalam dirinya membuat nada bicaranya mempunyai ciri khas tersendiri.

Saat berkenalan dengannya sudah bisa diprediksi bahwa ia tipe orang yang suka bercerita. Terbukti dari beberapa kali obrolan ia selalu dominan dan yang diceritakan pun tidak jauh dari kehidupan sehari-harinya.

Mungkin saat kalian pertama kali bertemu dengannya, pasti akan beranggapan bahwa ia orang yang pendiam dan pemalu. Tapi percayalah dia sangatlah seru dan lucu kalau lagi bercerita hehe..

Ada kesan tersendiri yang aku dapat dari dirinya, yaitu ia ngga pernah milih-milih teman dan ngga pula sombong dengan apa yang telah ia punya. Sering ia membagikan ilmunya ke siapapun yang meminta bantuannya.

Yaa.. sebaik itu dia kepada orang lain. Terkadang pun tanpa minta bantuan ia langsung membantu temannya tersebut yang lagi kesulitan. Termasuk aku yang sering dibantu sama dia hehe..

Ia juga sering melabelkan dirinya sebagai seorang introvert. Tapi bagiku dia ambivert yang bisa menempatkan emosional pada tempatnya. Kalau ada dia, suasana di sekitar bisa berubah  penuh canda dan tawa yang mungkin jarang sekali dilakukan oleh seorang introvert yang identik dengan pendiam.

Tak jauh berbeda dengan Cahaya . Hujan yang biasa ku sapa Ay juga mempunyai cerita unik tersendiri.

Masih tersimpan apik dalam ingatan saat pertama kali aku mengobrol panjang dan lebar dengannya di perpustakaan kampus. Aku dengan ‘sok tau’ menebak-nebak sifat dan perilakunya. Ia pun dengan lugunya menyimak dan merespons dengan baik.

Walau begitu, seperti kata pepatah “Don’t judge a book by it’s cover”. Ternyata ia ngga selugu yang aku bayangkan, dibalik keluguannya mengalir darah petualangan.

Yaa.. ia sangat menyukai petualangan dan tantangan. Dan salah satu keinginannya adalah travelling keliling Indonesia. Darinya aku banyak belajar tentang keberanian khususnya dalam hal mengambil keputusan.

Terkadang, ia selalu menganggap dirinya cuek dan ngga peka. Tapi menurutku ia ngga secuek itu dan justru termasuk orang yang punya kepedulian lebih kepada teman dan kerabatnya. Tak perlulah aku ceritakan. Cukup orang-orang di sekitarnya saja yang merasakan.

Memang keberadaannya selalu membawa dampak positif bagi orang-orang di sekitar, aku senang dengan sifatnya yang selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain, serta selalu mengukir senyum di wajah, walau kadang keadaan hati memang lagi tak sama dengan yang nampak.

*
Bagiku pertemuan dengan mereka adalah salah satu kejutan kecil yang Allah berikan padaku. Mungkin kehadiran mereka termasuk dalam salah satu doa yang pernah kupanjatkan pada-Nya.

Dan ternyata memang benar ada tiga cara Allah mengabulkan doa hambanya; “Ya Aku kabulkan saat ini juga; Ya, Aku simpan doamu dan Aku kabulkan nanti (di akhirat); Ya Aku terima doamu dan akan Aku berikan yang lebih baik.”

Begitulah Yang Maha Pengasih, selalu punya cara untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Lalu, masihkah kita ragu dalam memanjatkan doa pada-Nya?



Posting Komentar

4 Komentar

  1. kok terharu:(
    harusnya kamu tambahin deskripsi kalo aku paling cengeng di antara kalian wkwkwkwk

    BalasHapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)